Kompas 24 Maret 2017

CLICK!!!
(1)   Formalin dicampur adonan Tahu
(2)   Walikota Palembang terima masukan dari Media sosial
(3)   Investor asing terus masuk













(4)    Kemendag cabut persetujuan impor hortikultura
(5)    Perunggasan, harga daging jatuh peternak terpuruk
(6)   ADB Kebijakan terintegrasi mengatasi masalah kota
(7)    Galangan kapal dibangkitkan kemenhub siapkan Rp.200 miliar untuk kapal pelayaran rakyat
(8)    Kejati Papua periksa anggota DPD
(9)   Keuangan inklusif Yayasan Gates dan Melinda Gates tawarkan bantuan

video membuat bait pengantar

klik-> download

video_menulis

Video Bonus Demography

Notulen KKT klik link download

LIMA LANGKAH MANAJEMEN STRATEJIK


Oleh Jim Clayton
Proses manajemen stratejik bukan pedoman atau petunjuk teknis untuk dipatuhi,  melainkan pendekatan  filosofi yang menuntun  pebisnis atau pemimpin dan pejabat di organisasi pelayanan publik.
Para pimpinan atau elit di atas harus berpikir tentang strategi  terlebih dahulu, sebelum terangkai secara matang dan implicit dalam pikirannya  jangan sekali-kali diaplikasikan dalam proses organisasi secara eksplisit. 
Proses manajemen stratejik (MS)  paling gampang diimplementasi jika setiap orang dalam perusahaan atau organisasi telah memahami tentang strategi tersebut.
Terdapat lima, langkah dalam proses MS terdiri dari penentuan tujuan, analisa, formasi strategi, implementasi, dan pemantauan strategi


Tujuan:
Tujuan harus ditentukan berdasarkan visi organisasi.  Perumusannya terdiri dari tiga tahap.  Tahap pertama adalah penentuan sasaran jangka pendek dan sasaran jangka panjang.  Ke-dua memilih alternatif proses mana yang terbaik untuk mencapai sasaran. 
Terakhir  rangkaikan  tugas untuk setiap staf/anggota tim organisasi.  Bagikan kepada  staf tugasnya masing masing, untuk dikerjakan dengan baik sampai tuntas.
Harus dipastikan, bahwa pada tahap ini tujuan sudah terurai, realistik, dan sepadan dengan nilai nilai intrinsik yang terkandung dalam  visi organisasi.
Biasanya langkah yang terakhir dari proses ini ialah menyusun pernyataan misi yang tepat, singkat, dan padat atau concise sesudah itu pimpinan mengkomunikasikan tujuan organisasi dengan para pemegang saham atau pemangku kepentingan dan staf.

Analisis:
Analisis merupakan tahap pertama juga penentu, karena hasil analisis menentukan kebaikan dari dua tahap berikutnya.  Pada tahap analisis, data dan informasi yang relevan dalam rangka mewujudkan visi organisasi dihimpun sebanyak mungkin dari berbagai sumber.
  
Fokus analisis ialah kebutuhan perusahaan atau organisasi sebagai sebuah entitas yang permanen. Keuntungan merupakan fokus bagi perusahaan swasta atau kinerja hasil merupakan fokus untuk organisasi non profit atau publik.

Kemudian penyusunan strategi kebijakan dan identifikasi inisiatif untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan atau kinerja organisasi. 

Selidikilah dengan saksama setiap masalah baik internal maupun eksternal, agar dapat dipastikan seberapa besar pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. 

Pastikan juga bahwa setiap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mungkin terjadi sewaktu-waktu dalam perjalanan organisasi atau bisnis.

Formulasi strategi:
Pada tahap ini, yang dilakukan pertama-tama adalah mereviu informasi yang di peroleh dalam analisis.
Tentukan sumber daya organisasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi, mana sumber daya yang sudah tersedia dan mana yang belum tersedia sehingga harus dibeli dari luar organisasi.

Permasalahan pokok organisasi yang diprioritaskan penanganannya harus berdasarkan pada daftar urut kepentingan karena  keberhasilan ditentukan oleh prioritas yang benar.

Sesudah disusun skala prioritas penanganan, dilakukan perumusan strategi. Karena ekonomi dan bisnis merupakan dua hal  yang sangat cair sehingga selalu bercampur-aduk, maka seyogianya pada tahap ini dibutuhkan pendekatan pendekatan alternatif di setiap langkah perencanaan.

Pelaksanaan atau implementasi strategi.
Strategi harus di-implementasikan sampai berhasil, karena implementasi adalah penentu perjalanan sebuah bisnis dan organisasi. Tahap ini sering disebut pelaksanaan dalam proses manajemen.
  
Apabila strategi secara keseluruhan tidak berjalan normal dalam bisnis dengan bentuk struktur yang sekarang, maka segera melakukan instalasi struktur baru sebelum dilanjutkan ke pelaksanaan.

Setiap orang dalam organisasi harus mengetahui tangung-jawab dan kewajiban masing-masing dengan jelas dan bagaimana satu bagian tangung-jawab dapat mendukung tercapainya tujuan secara keseluruhan.

Selain itu setiap sumberdaya atau sumber-dana untuk perjalanan organisasi harus jelas  dan harus  diambil dari pos yang mana. Setelah sumber pos pendanaan jelas dan seluruh karyawan dan pegawai dalam "keadaan siap", segera laksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan.

Pengawasan dan evaluasi
Kegiatan pengawasan dan evaluasi strategi sering disebut “pengukuran kinerja”. Pengukuran kinerja adalah konsistensi melakukan peninjauan kembali terhadap setiap permasalahan internal dan eksternal dengan maksud untuk dapat melakukan koreksi dini. 

Evaluasi dan pengawasan yang baik harus dimulai dengan parameter dan definisi operasional dari parameter yang diukur. Penentuan parameter harus merefleksikan rangkaian proses perumusan tujuan di tahap yang pertama. 
Kemajuan diukur dengan membandingkan hasil kerja aktual atau kinerja hasil versus rencana.

Pemantauan permasalahan internal dan eksternal jika dilakukan secara konsisten bermanfaat bagi bangkitnya reaksi yang tepat  terhadap setiap gejala perubahan lingkungan bisnis atau organisasi.

Jika seandainya strategi yang dibuat tidak berjalan dengan semestinya dan berlawanan dengan tujuan perusahaan atau organisasi, maka  segera diambil tindakan koreksi. Ini hal yang mutlak.

Jika tindakan koreksi sudah diambil, tetapi belum berhasil, maka proses manejemen stratejik harus diulangi dari awal, mulai dari tahap yang pertama yakni perumusan tujuan.
Karena permasalahan internal dan eksternal organisasi atau perusahaan terus berkembang, maka setiap data yang dihasilkan pada tahap ini, harus disimpan dengan baik untuk digunakan dalam rangka memperbaiki strategi jika diperlukan kemudian.

materi lainnya terkait proyek perubahan dapat dibaca di situs blog saya: (“diklatkandilanri.blogspot.co.id/”)
 Terima kasih:  Simon P. Messah, posting pada tanggal 27 Desember 2016



SISTIM ADMINISTRASI NKRI

BERDASARKAN PENDAPAT PRIBADI, SISTEM ADMINISTRASI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (SANKRI) ITU SEPERTI APA??!!

Sebelum saya merumuskan apa itu Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI) menurut pendapat pribadi saya tersebut, berikut terlebih dahulu saya akan memaparkan hal-hal yang menjadi dasar pembentuk kata SANKRI itu sendiri agar dapat memberikan pemahaman yang jelas, baik itu pemahaman kepada saya pribadi maupun kepada pembaca. Dasar-dasar tersebut diantaranya yaitu:

PENGERTIAN SISTEM:
Menurut kamus webster, Sistem merupakan suatu kesatuan (unity) yang komplek dibentuk oleh bagian yang berbeda (diverse), masing-masing terikat pada (subjected to) rencana yang sama atau kontribusi (serving) untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut Jerry Fitzgerald (1981) menuliskan bahwa Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Menurut Pamudji (1981) Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau terorganisie, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau utuh.



PENGERTIAN ADMINISTRASI:
Secara etimologis istilah administrasi berasal dari bahasa Inggris dari kata administration yang bentuk infinitifnya adalah to administer. Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English (1974), kata to administer diartikan sebagai to manage (mengelola) atau to direct (menggerakkan).
Menurut Leonard D. White (1955) Administrasi adalah suatu proses yang umum terdapat dalam semua usaha kelompok, negara ataupun swasta, sipil ataupun militer, berskala kecil maupun besar.
Menurut The Liang Gie (1980) Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu.

PENGERTIAN NEGARA:
Menurut Aristoteles, Negara adalah persekutuan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya.
Herman Finer, Negara adalah organisasi kewilayahan yang bergerak dibidang kemasyarakatan dan kepentingan perseorangan dari segenap kehidupan yang multidimensional untuk pengawasan pemerintahan dengan legalitas kekuasaan tertinggi.

PENGERTIAN ADMINISTRASI NEGARA:
John M. Pffifner & Robert V. Presthus mengatakan bahwa Administrasi Negara sebagai koordinasi usaha-usaha perorangan dan kelompok untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah. Hal ini meliputi pekerjaan sehari-hari pemerintah.
Menurut Dwight Waldo Administrasi Negara adalah manajemen dan organisasi dari manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan pemerintah.

PENGERTIAN SISTEM ADMINISTRASI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (SANKRI):
Menurut H. Obsatar Sinaga (Dosen FISIP Universitar Padjadjaran), Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI) adalah administrasi negara sebagai sistem yang dipraktekkan untuk mendukung penyelenggaraan NKRI agar upaya Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara dapat terlaksana secara berdaya guna dan berhasil guna. Di samping berlandaskan idiil Pancasila dan konstitusional UUD 1945, serta landasan operasional pengembangannya SPPN beserta peraturan pelaksanaannya, SANKRI harus selaras juga dengan situasi dan perkembangan lingkungan stratejik, termasuk perkembangan paradigma ilmu administrasi negara.

PENGERTIAN SISTEM ADMINISTRASI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (SANKRI) MENURUT PENDAPAT PRIBADI:

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka saya dapat merumuskan bahwa Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI) tersebut merupakan suatu keseluruhan sistem penyelenggaraan kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam segala aspeknya, serta keseluruhan administrasi negara Indonesia yang berlandaskan pada Idiil-Pancasila, konstitusional-UUD 1945, operasional, dan kebijakan lain baik itu secara tertulis maupun tidak tertulis. Dimana dari keseluruhan sistem tersebut antara Aparatur Negara (Aparatur Pemerintah, Aparatur Kenegaraan) beserta seluruh rakyat saling bekerjasama dalam mewujudkan segala tujuan seperti: melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; ikut melaksanakan ketertiban dunia;, serta cita-cita bangsa Indonesia dalam kehidupan bernegaranya yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Semoga Bermanfaat :)

Ani Triani
170110140022
Tugas Mata Kuliah Sistem Administrasi Negara Indonesia

Sumber:
Silalahi, Ulbert: Studi tentang Ilmu Administrasi, Sinar Baru Algensindo, Bandung, 2013.
Sugandi, Yogi Suprayogi: ADMINISTRASI PUBLIK; Konsep dan Perkembangan Ilmu di Indonesia, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2011.
Pustaka.unpad.ac.id/archives/
Soewarto Handoko: PUSDIKLAT DEPDIKNAS.
 

Popular Posts

About Me